![]() |
| Sumber gambar |
Mentari pagi serasa biasa saja
Cahanya hanya mampu menghangatkan raga
Tak mampu menelusuk dalam jiwa
Malam begitu pekat
Bak pukat yang menjerat
Jiwa mengerucut membawa takut
![]() |
| Sumber gambar |
![]() |
| Sumber gambar |
Untuk Adikku tersayang; Faqih Hidayatullah yang sedang terkulai lemah bergelut dalam perjuangan panjang liku sekenario Tuhan. adikku, apapun bentuknya itu dalah kasih sayang Tuhan padamu meski berwujud lubang kecil namun garang yang sedang bersarang dijantungmu. tetap tersenyum, do'aku memelukmu dari Jogja.
![]() |
| Sumber gambar |
Sekuat apapun kita menancapkan jangkar teori keyakinan bahwa penyesalan tak ada artinya, tetap saja dalam ruang gelap hatimu terbersit secuil ataupun sebesar biji dzarrah benih penyesalan. Menyesal boleh saja, tetapi jangan sampai penyesalan kita menghalangi gerak langkah kita menuju perubahan. Jangan biarkan rasa penyesalan itu menggumpal dalam hati sehingga membuatmu malas untuk bergerak memperbaiki kegagalan yang telah kita lalui.