Oktober 15, 2010

Sebuah Trilogi; Sedih, Bahagia dan Sedih Lagi!

111 komentar
Sumber gambar
Sebelum Dia Datang
Mentari pagi serasa biasa saja
Cahanya hanya mampu menghangatkan raga
Tak mampu menelusuk dalam jiwa

Malam begitu pekat
Bak pukat yang menjerat
Jiwa mengerucut membawa takut

Juni 10, 2010

Aku Memelukmu

78 komentar
Sumber gambar
Begitu lama kita tak bersua
Rinduku menebal dalam dada
Menyeruak bagaikan kabut pekat jiwa
Sepintas kudengar tangismu ditelinga

Tak henti kumemikirkanmu
Tak lepas doaku untukmu
Tak hilang bayangmu dimataku
Tak pudar cintaku padamu
Bibirku mendesah, gumam namamu

Semakin jauh langkah raga,
Begitu dekat dekap jiwa
Doaku tak seberapa,
Coba mengusik Penguasa Semesta
Terpejam kedua mata,
Lelapku bermain dengan Dinda
Membara dalam dada,
Cintaku tak mampu diwakili kata-kata
Desah coba kurenda,
Ucap namamu terbata-bata

Angin yang bersembus
Embun yang menetes
Gelap yang berkelebat
Cahaya hangat
Kutitipkan remuk redam rasa
Bentuklah menjadi rasa rindu jiwa
Memeluk Adinda tercinta

Sampaikan padanya,
Desahku melalui angin
Buliran hangat dari pelupuk mata melalui embun
Belaian cintaku melalui gelap
Peluk melalui hangatnya cahaya
Aku Memelukmu



Jogja, 7 Juni 2010
Untuk Adikku tersayang; Faqih Hidayatullah yang sedang terkulai lemah bergelut dalam perjuangan panjang liku sekenario Tuhan. adikku, apapun bentuknya itu dalah kasih sayang Tuhan padamu meski berwujud lubang kecil namun garang yang sedang bersarang dijantungmu. tetap tersenyum, do'aku memelukmu dari Jogja.

Mei 31, 2010

Apakah Semuanya Telah Berakhir?

65 komentar
Sumber gambar
Ketika mentari bosan menyapamu
Hembusan angin enggan membelaimu
Apakah semuanya telah berakhir?

Harimu berlalu begitu saja
Seolah tak ada satu langkahpun yang mampu kau ingat
Apakah semuanya telah berakhir?

Sekuat apapun kita menancapkan jangkar teori keyakinan bahwa penyesalan tak ada artinya, tetap saja dalam ruang gelap hatimu terbersit secuil ataupun sebesar biji dzarrah benih penyesalan. Menyesal boleh saja, tetapi jangan sampai penyesalan kita menghalangi gerak langkah kita menuju perubahan. Jangan biarkan rasa penyesalan itu menggumpal dalam hati sehingga membuatmu malas untuk bergerak memperbaiki kegagalan yang telah kita lalui.

Ternyata…
Rembulan masih bersinar terang meski tertutup mendung
Rintik hujan tetap jatuh membasahi bumi
Semuanya belum berakhir!

Gelak tawa masih bisa kudengar Kala ku bercengkrama dengan sahabatku
Kepulan asap rokok masih bisa kunikmati dari indahnya persahabatan
Semuanya belum berakhir!

Dan..
Cercaan cacian makian itu masih kudengar renyah ditelingaku
Ternyata semuanya belum berakhir!