Juni 10, 2010

Aku Memelukmu

78 komentar
Sumber gambar
Begitu lama kita tak bersua
Rinduku menebal dalam dada
Menyeruak bagaikan kabut pekat jiwa
Sepintas kudengar tangismu ditelinga

Tak henti kumemikirkanmu
Tak lepas doaku untukmu
Tak hilang bayangmu dimataku
Tak pudar cintaku padamu
Bibirku mendesah, gumam namamu

Semakin jauh langkah raga,
Begitu dekat dekap jiwa
Doaku tak seberapa,
Coba mengusik Penguasa Semesta
Terpejam kedua mata,
Lelapku bermain dengan Dinda
Membara dalam dada,
Cintaku tak mampu diwakili kata-kata
Desah coba kurenda,
Ucap namamu terbata-bata

Angin yang bersembus
Embun yang menetes
Gelap yang berkelebat
Cahaya hangat
Kutitipkan remuk redam rasa
Bentuklah menjadi rasa rindu jiwa
Memeluk Adinda tercinta

Sampaikan padanya,
Desahku melalui angin
Buliran hangat dari pelupuk mata melalui embun
Belaian cintaku melalui gelap
Peluk melalui hangatnya cahaya
Aku Memelukmu



Jogja, 7 Juni 2010
Untuk Adikku tersayang; Faqih Hidayatullah yang sedang terkulai lemah bergelut dalam perjuangan panjang liku sekenario Tuhan. adikku, apapun bentuknya itu dalah kasih sayang Tuhan padamu meski berwujud lubang kecil namun garang yang sedang bersarang dijantungmu. tetap tersenyum, do'aku memelukmu dari Jogja.

Mei 31, 2010

Apakah Semuanya Telah Berakhir?

65 komentar
Sumber gambar
Ketika mentari bosan menyapamu
Hembusan angin enggan membelaimu
Apakah semuanya telah berakhir?

Harimu berlalu begitu saja
Seolah tak ada satu langkahpun yang mampu kau ingat
Apakah semuanya telah berakhir?

Sekuat apapun kita menancapkan jangkar teori keyakinan bahwa penyesalan tak ada artinya, tetap saja dalam ruang gelap hatimu terbersit secuil ataupun sebesar biji dzarrah benih penyesalan. Menyesal boleh saja, tetapi jangan sampai penyesalan kita menghalangi gerak langkah kita menuju perubahan. Jangan biarkan rasa penyesalan itu menggumpal dalam hati sehingga membuatmu malas untuk bergerak memperbaiki kegagalan yang telah kita lalui.

Ternyata…
Rembulan masih bersinar terang meski tertutup mendung
Rintik hujan tetap jatuh membasahi bumi
Semuanya belum berakhir!

Gelak tawa masih bisa kudengar Kala ku bercengkrama dengan sahabatku
Kepulan asap rokok masih bisa kunikmati dari indahnya persahabatan
Semuanya belum berakhir!

Dan..
Cercaan cacian makian itu masih kudengar renyah ditelingaku
Ternyata semuanya belum berakhir!

Mei 23, 2010

nDerek Langkung

31 komentar
DEJAVU; seolah aku pernah merasakan saat – saat ini, saat dimana seluruh perhatian aku pusatkan padamu, kini terulang kembali. Rasa yang membuncah dalam dada, mengalir melalui aliran darah tertuju pada pusat otak syaraf yang kemudian disalurkan melalui jejaring organ tubuh untuk menyatakan ekspresi ketertarikan pada hingar bingar bising dunianya.

TAK terhitung sudah berapa banyak energy yang aku curahkan demi mendapatkan tempat dihatimu; pikiran melayang tak tau arah memikirkanmu, mata cekung paras pucat karena terlalu lama menatap duniamu, darah terhisap akibat menggaulimu dan tak terasa kantongku cekak terkuras demi membiayaimu.

TIGA tahun lamanya aku bergelut denganmu, suka dan –lebih banyak- duka telah kujalani saat bergelut denganmu, saat itu dengan keyakinan yang mantap aku mulai meninggalkanmu demi kebaikanku. Ternyata meninggalkanmu tak membuatku lebih baik. Duniamu tetap saja menghantuiku dengan berbagai tampilan dan solek berbeda yang membuatku tak tahan untuk kembali padamu, namun aku bisa berbangga karena setahun lamanya aku mampu lepas darimu, walaupun begitu aku kerap melempar pandang keduniamu hanya sekedar sebagai pengobat rindu.


KINI setelah setahun lamanya aku menjauhimu, kembali mencuat secercah kerinduan untuk bersua denganmu lagi, bergelut denganmu, mencurahkan pikiran untukmu dan menyeruput nikmatnya bersetubuh denganmu disaat-saat malam menunggu pagi. Dan, melalui guratan kecil ini, aku ingin menyatakan permohonan maafku kepadamu sebab sikapku yang telah melalaikanmu. Dalam gelap kurenungkan kesalahanku, ternyata aku hanya memandangmu dari sebelah sisi saja tanpa pernah ikhlas menyelami keseluruhan tentangmu, aku hanya membual tentang keberukanmu, tak pernah mau mengingat begitu banyaknya hal positif yang telah engkau bagi padaku.

SEKALI lagi, melalui tulisan ini kuutarakan niatku untuk kembali menemanimu. Blogospher, maafkan aku yang telah meninggalkanmu setahun lamanya.
NDEREK langkung, kepada seluruh warga masyarakat Blogospher. Izinkan saya lewat kemabli dibelantara tapak maya ini, syukur-syukur anda berkenan menyilahkan saya untuk mampir di rumah anda dan saya akan sangat bahagia apabila anda berkenan berkunjung kembali ke bilik sederhana ini.

MATUR nuwun kepada Kang Aan dan Kang Devtra yang telah memapah saya kembali menuju dunia ini, semoga amal ibadah anda dibalas dengan PAGERANK yang tinggi oleh mbah GOOGLE, Amin. Dan kepada sahabat-sahabat yang selama ini sudah bersedia meluangkan waktu untuk menjaga bilik saya ini, saya ucapkan banyak terima kasih. Dengan ini saya tutup tulisan singkat ini dengan ucapan “yang mau tukeran link, silahkan hubungi saya di shoutbox”