Tidak ada yang lebih memberatkan hati yang pedih ini untuk bersembunyi & menolak menyapa mata manusia, kecuali seorang makhluk yang diciptakan begitu mempesona yang telah menggulingkan jiwa ini agar luluh dipesonanya atau sengaja menggantung di pelupuk mata agar terasa berat di mata. Akupun menyempatkan diri untuk sekedar mengamati lekat-lekat sesuatu yang menyeruak, memfitnah & sengaja menguntai bagian-bagian hatiku ini. Cahaya makhluk mempesona itu menyemburat di sengkarut kegelapan. Aku juga menutup mata ini dengan rembulan dari cahaya yang telah membuat selasar langit di sisi dadaku. Kala itu, aku tidak ingin apa-apa kecuali nikmat cinta. Bahkan kala itu, di tempat terbitnya purnama terdapat biji hati yang tak terjangkau oleh hasta. Ia membuat cakrawala terselimuti seperti yang seharusnya terselimuti. Wahai sang Pencipta, semoga Engkau berkenan memberikan kelonggaran untuk hati ini, agar aku dapat berteduh di bawahnya.
Dalam kesendirian, kurenungkan asa yang membuncah dalam jiwa. Diboncengi makian, penyesalan & ketakutan kujalani hari-hari yang tak kunjung menampakkan keindahan. Iwan Fals memang pengecut karna tak mempunyai keberanian untuk mencium kekasihnya, tetapi sayang AKU lebih pengecut, jangankan menciumnya, menyatakan kekagumanku saja aku tak mampu! Duh, akankah bayangmu slalu menghantuiku, pesonamu hinggap di pelupuk mataku & senyummu membuat lidahku kelu.
Wahai Sang Pencipta, jika dia bukan tulang rusukku, jauhkan pesonanya dari pelupuk mataku, usir bayangnya dari kehidupanku, hapuslah gurat namanya dalam hatiku & kuatkan hatiku. Tetapi jika tercipta sebagai bagian dari tulang rusukku, segeralah mekarkan cinta di hatinya, biarkan asaku menyeruak dalam jiwanya, ukir namaku dalam desahnya, terbitkan bayangku dalam gerak langkahnya & satukan kami dalam balutan kasih sayang abadi. Wahai Sang Pencipta, aku berpegang sepenuhnya pada asa dan slebihnya adalah doa.
Jika Iwan Fals ingin meludahi muka kekasihnya & mencongkel mata kekasihnya untuk menyatakan bahwa memang benar wanita itu cantik. Aku cukup dengan memuji wanita idamanku melalui catatan ini, aku takut kehilangan cahaya wajahmu jika harus kuludahi wajahmu. Takut kehilangan binar indah matamu jika harus kucongkel matamu. Senyummu, matamu, hidungmu & tingkah polahmu telah kuabadikan dalam gambar & kuletakkan dalam terangnya ruang hatiku seterang harapku akanmu. Aku paham, kamu tanpa sengaja menebar ribuan kail pesona cinta pada samudra kehiduan yang akan memanggil ikan-ikan untuk hinggap & menikmati pesona yang kau kaitkan dalam kailmu. Aku adalah salah satu dari seribu ikan yang menyerbu memburu kailmu, Tetapi akupun tersadar bahwa hanya satu kail yang akan kau tarik & menghempaskan ribuan kail yang memburumu, pada ujung kail ku berharap; kail yang ku genggam yang akan kau tarik.
Dia adalah seorang wanita yang indah bukan sekedar wanita biasa yang hanya menyenangkan mata, melainkan seorang wanita yang mengungkapkan banyak makna. Bukan hal yang mustahil, terdapat seorang wanita yang meskipun aku tahu tidak secantik wanita lain, namun ia serasa lebih indah. Wanita cantik adalah wanita yang sekedar menyenangkan mata, sedangkan indah meliputi lebih banyak hal. Sesungguhnya di dunia ini terdapat lebih banyak wanita cantik dibanding dengan wanita yang indah dan kini yang menggelayut pesonanya dalam pelupuk mataku, terhembus namanya dalam setiap desahku adalah sesosok wanita yang indah, sekali lagi, dia tidak cantik tetapi INDAH.
Ribuan makna kuutus hanya untuk mewakili satu kalimat;aku mencintaimu.
Bagaikan malam tak berbintang, hari ini hatiku sedang sedih. Sang rembulan sedang sakit keceriaanya tak tampak lagi, tetapi walaupun begitu dia tetap memaksakan diri melempar senyuman kepadaku seolah mengikis kesedihan yang menggelayut dalam hatiku. Benar kata orang, jika orang yang kau kasihi bersedih, kau akan ikut merasakan kesedihan itu. Aku tak habis pikir, padahal organ tubuh ini tak bersatu dengan organ tubuhnya tetapi mengapa aku merasakan sakit yang diderita olehnya?!
Rintihnya kini terbawa menjadi bayang-bayang yang selalu mengikuti sedang asaku terbang mengitarinya beriringan dengan doaku akan kesembuhannya.
Agustus 25, 2009
Juli 11, 2009
Pamit Sekedap
Assalamu'alaikum...
Mohon maaf kepada seluruh kawan-kawam blogger,akhir-akhir ini saya tidak pernah update blog lagi karena ada kesibukan lain yang tidak dapat saya tinggalkan.
saat ini saya sedang sibuk garap skripsi,mohon do'a dari kawan-kawan semua agar kerjaan saya lancar. Saya juga mohon bantuan kepada kawan-kawan semua yg punya informasi seputar Penyakit Jantung Bawaan (jantung bocor) karena adik saya (umur 4 bulan) mengalami penyakit jantung bocor,untuk saat ini saya juga sedang mencari informasi pengobatan jantung bocor. Bagi kawan-kawan yang punya informasi seputar jantung bocor saya harap kawan-kawan bisa share disini melalui kotak komentar atau bisa menghubungi saya melalui email: bintangperjuangan@yahoo.com
thanks.
Mohon maaf kepada seluruh kawan-kawam blogger,akhir-akhir ini saya tidak pernah update blog lagi karena ada kesibukan lain yang tidak dapat saya tinggalkan.
saat ini saya sedang sibuk garap skripsi,mohon do'a dari kawan-kawan semua agar kerjaan saya lancar. Saya juga mohon bantuan kepada kawan-kawan semua yg punya informasi seputar Penyakit Jantung Bawaan (jantung bocor) karena adik saya (umur 4 bulan) mengalami penyakit jantung bocor,untuk saat ini saya juga sedang mencari informasi pengobatan jantung bocor. Bagi kawan-kawan yang punya informasi seputar jantung bocor saya harap kawan-kawan bisa share disini melalui kotak komentar atau bisa menghubungi saya melalui email: bintangperjuangan@yahoo.com
thanks.
Oktober 23, 2008
Sejarah Gerakan Perempuan di Belahan Dunia (Part II)
Pada tulisan sebelumnya telah dibahas sekelumit sejarah gerakan perempuan di negara Amerika dan Chile. Tulisan ini akan dibahas mengenai sejarah gerakan perempuan progresif di negara Filipina dan Australia.
Filipina
Gerakan perempuan di Filipina baru terlihat pada tahun 70-an. Sebelumnya tidak didapatkan informasi atau data tentang gerakan perempuan pada masa tersebut. Krisis ekonomi yang mulai terasa pada tahun 1979 telah membangkitkan kesadaran kaum perempuan untuk melakukan perlawanan. Berbagai cara dan isu yang mereka angkat dalam melakukan perlawanan.
Organisasi perempuan Filipina yang paling terkenal adalah General Assembly Binding Women For Reforms, Integrity, Leadership, dan Action (GABRIELA). Kelompok ini merupakan koalisi dari 42 organisasi dan 50.000 orang anggota perempuan. Koalisi ini didirikan pada tahun 1984 dan namanya diambil dari pimpinan pemberontakan pada Abad ke-19, Gabriela Silang. Dasar perlawanan mereka adalah ketertindasan mereka sebagai rakyat Filipina dan perempuan yang mengalami penindasan dan eksploitasi karena jenis kelamin.
Tidak jauh berbeda dengan gerakan perempuan di negara lain, tuntutan mereka dibidang politik adalah mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam berpartisipasi dalam dunia politik. Di bidang kebudayaan, tuntutan kesetaraan dan akses yang sama dalam pendidikan di semua tingkat dan dalam semua bidang. Tetapi yang paling mendasar adalah permasalahan di dalam rumah tangga, kesetaraan dalam pengambilan keputusan, hak milik serta membesarkan anak-anak.
Isu yang diangkat oleh koalisi ini sangat beragam. Tidak hanya tentang permasalahan gender, tepai juga tentang militerisasi, krisis ekonomi, globalisasi hingga pangkalan militer Amerika. Ini kemudian berhubungan dengan masalah kehadiran militer Amerika yang sangat dominan di Filipina.
Ketika Benigno Aquino tewas terbunuh pada Agustus 1983, GABRIELA melakukan protes terhadap pemerintah. Aksi massa terus dilakukan secara marathon di Filipina. Tercatat sekitar 200 aksi dalam tempo 8 bulan yang di gerakkan oleh GABRIELA. Pada tahun 1985, mereka melakukan aksi massa lainnya dengan mengangkat permasalahan buruh perempuan.
Kemenangan Corazon Aquino dalam pemilihan presiden tidak dapat dipisahkan dari GABRIELA. Secara tidak langsung koalisi ini sangat berjasa dalam menggulingkan kediktatoran Presiden Marcos. Tidak sampai disitu, mereka dapat menyatukan seluruh kelas masyarakat mulai dari bawah hingga ke tinggak elit. Merekalah yang melakukan revolusi damai di Filipina
Australia
Kedatangan bangsa Eropa ke Benua Australia dimulai tahun 1788. Sebahagian dari mereka adalah orang buangan dari Eropa. Kaum perempuan Inggris mulai masuk ke Australia pada tahun 1830. Pada 1883, Inggris memasuki Australian dan menjadikannya koloni. Suku Asli Australia, Abrorigin mengalami penindasan dan dikriminasi terutama kaum wanita.
Pada awalnya, kaum pendatang dan Aborigin terjadi kesalah pahaman yang berkepanjangan. Namun, dalam perkembangannya kaum perempuan imigran dan perempuan Aborigin berhasil menyatukan konsep sisterhood. Mereka saling bertukar jasa, perempuan kulit putih mengajarkan baca-tulis kepada perempuan aborigin. Sedangkan perempuan Aborogin menjaga dan mengasuh anak-anak mereka.
Tidak jauh berbeda dengan di Amerika, pada awalnya kaum perempuan menuntut hak perempuan kulit putih dalam pemilihan umum. Salah satu organisasi perempuan yang pertama di Australia adalah Woman's Christian Temperance Union (WCTU). Mereka menuntut amandemen terhadap hak pilih perempuan. Akhirnya, pada 1902 amandemen tersebuit disahkan oleh pemerintah Australia. Tidak hanya permasalahan tersebut tetapi ada beberapa hal lainnya yang berkisar di perubahan sosial dan stabilitas ekonomi.
Pada tahun 1970, isu yang diangkat mulai berkembang ke permasalahan rasisme. Perempuan Aborigin dan kulit putih bersama menuntut persoalan dan peraturan yang diskriminatif terhadap kaum Aborigin. Tidak sampai disitu saja, mereka menuntut persamaan dalam dunia politik. Wajar saja, pada tahun 1978, parlemen Australia sangatlah maskulin (mayoritas laki-laki). Perubahan tersebut baru dirasakan pada sekitar 1989, dimana para perempuan telah menempati berbagai posisi di dunia politik.
"disadur dari Jurnal Perempuan No. 19"
Filipina
Gerakan perempuan di Filipina baru terlihat pada tahun 70-an. Sebelumnya tidak didapatkan informasi atau data tentang gerakan perempuan pada masa tersebut. Krisis ekonomi yang mulai terasa pada tahun 1979 telah membangkitkan kesadaran kaum perempuan untuk melakukan perlawanan. Berbagai cara dan isu yang mereka angkat dalam melakukan perlawanan.
Organisasi perempuan Filipina yang paling terkenal adalah General Assembly Binding Women For Reforms, Integrity, Leadership, dan Action (GABRIELA). Kelompok ini merupakan koalisi dari 42 organisasi dan 50.000 orang anggota perempuan. Koalisi ini didirikan pada tahun 1984 dan namanya diambil dari pimpinan pemberontakan pada Abad ke-19, Gabriela Silang. Dasar perlawanan mereka adalah ketertindasan mereka sebagai rakyat Filipina dan perempuan yang mengalami penindasan dan eksploitasi karena jenis kelamin.
Tidak jauh berbeda dengan gerakan perempuan di negara lain, tuntutan mereka dibidang politik adalah mendapatkan hak dan kesempatan yang sama dalam berpartisipasi dalam dunia politik. Di bidang kebudayaan, tuntutan kesetaraan dan akses yang sama dalam pendidikan di semua tingkat dan dalam semua bidang. Tetapi yang paling mendasar adalah permasalahan di dalam rumah tangga, kesetaraan dalam pengambilan keputusan, hak milik serta membesarkan anak-anak.
Isu yang diangkat oleh koalisi ini sangat beragam. Tidak hanya tentang permasalahan gender, tepai juga tentang militerisasi, krisis ekonomi, globalisasi hingga pangkalan militer Amerika. Ini kemudian berhubungan dengan masalah kehadiran militer Amerika yang sangat dominan di Filipina.
Ketika Benigno Aquino tewas terbunuh pada Agustus 1983, GABRIELA melakukan protes terhadap pemerintah. Aksi massa terus dilakukan secara marathon di Filipina. Tercatat sekitar 200 aksi dalam tempo 8 bulan yang di gerakkan oleh GABRIELA. Pada tahun 1985, mereka melakukan aksi massa lainnya dengan mengangkat permasalahan buruh perempuan.
Kemenangan Corazon Aquino dalam pemilihan presiden tidak dapat dipisahkan dari GABRIELA. Secara tidak langsung koalisi ini sangat berjasa dalam menggulingkan kediktatoran Presiden Marcos. Tidak sampai disitu, mereka dapat menyatukan seluruh kelas masyarakat mulai dari bawah hingga ke tinggak elit. Merekalah yang melakukan revolusi damai di Filipina
Australia
Kedatangan bangsa Eropa ke Benua Australia dimulai tahun 1788. Sebahagian dari mereka adalah orang buangan dari Eropa. Kaum perempuan Inggris mulai masuk ke Australia pada tahun 1830. Pada 1883, Inggris memasuki Australian dan menjadikannya koloni. Suku Asli Australia, Abrorigin mengalami penindasan dan dikriminasi terutama kaum wanita.
Pada awalnya, kaum pendatang dan Aborigin terjadi kesalah pahaman yang berkepanjangan. Namun, dalam perkembangannya kaum perempuan imigran dan perempuan Aborigin berhasil menyatukan konsep sisterhood. Mereka saling bertukar jasa, perempuan kulit putih mengajarkan baca-tulis kepada perempuan aborigin. Sedangkan perempuan Aborogin menjaga dan mengasuh anak-anak mereka.
Tidak jauh berbeda dengan di Amerika, pada awalnya kaum perempuan menuntut hak perempuan kulit putih dalam pemilihan umum. Salah satu organisasi perempuan yang pertama di Australia adalah Woman's Christian Temperance Union (WCTU). Mereka menuntut amandemen terhadap hak pilih perempuan. Akhirnya, pada 1902 amandemen tersebuit disahkan oleh pemerintah Australia. Tidak hanya permasalahan tersebut tetapi ada beberapa hal lainnya yang berkisar di perubahan sosial dan stabilitas ekonomi.
Pada tahun 1970, isu yang diangkat mulai berkembang ke permasalahan rasisme. Perempuan Aborigin dan kulit putih bersama menuntut persoalan dan peraturan yang diskriminatif terhadap kaum Aborigin. Tidak sampai disitu saja, mereka menuntut persamaan dalam dunia politik. Wajar saja, pada tahun 1978, parlemen Australia sangatlah maskulin (mayoritas laki-laki). Perubahan tersebut baru dirasakan pada sekitar 1989, dimana para perempuan telah menempati berbagai posisi di dunia politik.
"disadur dari Jurnal Perempuan No. 19"
Langganan:
Postingan (Atom)