Bukan, Bukan Aku mengabaikanmu
Sungguh, relung hati ini penuh namamu
Iya, kau masih kusimpan dalam hatiku
Enggan menaruh di nomor tiga
Dengan bangga kau kuberi nomor dua
Mungkin aku lupa ketika kau peluk aku dengan selaput itu
Atau aku belum mampu memahami pelukan itu
Yang jelas kunikmati lendir kehidupan darimu
Entah, gua itu merontokkan imaji tentangmu
Atau semburat cahaya dunia melenakkan aku
Yang pasti tetap kunikmati tetesan hangat kehidupan darimu


